Air PDAM Bekasi tercemar limbah industri dan domestik

Pencemaran yang sudah terjadi di sungai Bekasi mesti  ditangani dengan serius.  Sebab telah  ditemukan beberapa kandungan zat kimia yang telah  menjadikan air PDAM Bekasi tercemar.  Pelanggan yang mesti dilayani oleh PDAM jumlahnya ada 51.000 pelanggan pastilah mengharapkan penanganan yang baik atas pencemaran ini.

Air PDAM Bekasi tercemar limbah indsutri dan domestik

PDAM telah melakukan upaya pengolahan air yang baik, dengan menggunakan Alumunium Chloridate agar dapat membuat air yang jernih.  Namun tetap saja belum berhasil menghilangkan aroma bau yang tidak sedap.  Begitu pekatnya limbah yang terdapat pada air, sehingga sempat dilakukan penghentian layanan penyaluran air pada 11 Agustus yang lalu.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa air di kali bekasi sudah tercemar zat kimia berbahaya seperti kromium (Cr), mangan (Mn), seng (Zn), dan juga tembaga (Cu).

Air PDAM Bekasi tercemar ini menjadi persoalan yang tidak ringan karena terjadi di muim kemarau.  Sumber utama air baku dari kali Bekasi berkurang, sedangkan sumber lain yang biasanya di dapat juga dari Kalimalang tengah mengalami debit air yang menurun.  Kerugian juga dialami oleh PDAM sekitar Rp 165 juta per hari dikarenakan penurunan produksi air bersih ini.

Cerita tentang air PDAM Bekasi tercemar ini bukan merupakan hal yang baru.  Pada tahun 2016 yang lalu juga ditemukan hasil uji coba laboratorium yang menunjukkan bahwa 9 titik pengambilan sampel mengalami pencemaran ringan.  Sedangkan uji pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 8 titik dari tempat yang sama mengalami pencemaran tingkat sedang dan 1 titik lainnya tercemar ringan.

Tahun 2018 kondisinya semakin memburuk di mana semua kesembilan titik pengambilan sampel mengalami tingkat pencemaran sedang.  air PDAM Bekasi tercemar limbah industri dan domestik.

Pada Rabu siang tampak keadaan kali Bekasi yang berwarna hitam pekat.  Bau busuk menyeruak ke daerah sekitar kali.  Uniknya masih ditemukan beberapa warga yang sedang memancing ikan, baik itu menggunakan alat pancing maupun jaring.

Pada sore harinya ditemukan beberapa ikan sapu-sapu mati, padahal ikan jenis ini dikenal tahan atas kondisi air yang tidak baik.  Kematian ikan sapu-sapu ini menandakan bahwa sudah sangat minimnya jumlah oksigen yang terdapat pada air kali.

Sumber :  Kompas, 27 September 2018

Baca juga :  Agar anak cerdas, makanlah ikan secara rutin minimal seminggu sekali

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *