Rashida Tlaib, akan menjadi Perempuan Muslim Pertama di Kongres Amerika Serikat
Rashida Tlaib (42 tahun) seorang perempuan muslim keturunan Palestina akan menduduki kongres Amerika Serikat , ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah Amereika Serikat. Kemenangan Rashida Tlaib disambut sukacita oleh pendukungnya yang menentang kebijakan Donald Trump yang dinilai rasis. Pada masa kampanye pemilihan presiden 2016 lalu , Rashida pernah digiring keluar arena karena dianggap menganggu pidato Donald Trump.

Rashida Tlaib adalah anak tertua dari 14 bersaudara, orangtua nya adalah seorang imigran Palestina. Ia sudah menjadi anggota DPRD wilayah Michigan pada periode tahun 2009 sampai dengan 2014. Rashida Tlaib pernah bekerja di badan hukum untuk Keadilan Ekonomi dan Sosial, pandangannya dinilai sejalan dengan Bernie Sanders, kandidat presiden partai demokrat yang dikalahkan oleh Hillary Clinton.
Uniknya, Detroit, distrik yang diwakili oleh Rashida Tlaib, bukanlah distrik yang komunitas Muslim yang menonjol, distrik tersebut sangat beragam, warga kulit putih, warga kulit hitam, juga keturunan hispanik. Ia dipilih oleh warganya bukan hanya karena latar belakang dan keturunannya, tapi atas prestasi dan pencapaiannya.
Saat ini tercatat hanya dua orang anggota kongres AS yang beragama Islam, yaitu Keith Ellison yang mewakili Minnesota dan ada dari Indiana, ANdre Carson. Terdapat pula Justin Amash, anggota kongres keturunan Palestina yang beragaa Kristen.
Kemenangannya dirayakan pula di desa tempat Ibundanya dilahirkan di kawasan tepi barat, Beit Our al-Foqa. “Ini menjadi kehormatan bagi kota kecil ini, kehormatan bagi warga Palestina atas keberhasilan dari Rashida. Kami yakin bahwa Rashida akan memperjuangkan kepentingan Palestina. ia memiliki akar yang kuat di sini” kata Mohammed Tlaib, mantan walikota Beit Our al-Foqa.
Namun Rashida Tlaib dalam situs web-nya tidak mencantumkan pandangannya tentang konflik Palestina-Israel. Ia menceritakan bahwa ayahnya melewatkan masa kecil dan remajanya di Jerusalem, berimigrasi ke AS pada usia 19 tahun untuk bergabung dengan orang tuanya. Pada usia 27 tahun, ayahnya dijodohkan dengan perempuan bernama Fatima.
Sang Ibu begitu bangga dengan putrinya yang berhasil duduk di Kongres Amerika Serikat. Fatima mengenakan bendera Palestina di bahu Rashida Tlaib. “Terima kasih Tuhan. Ini untuk kaum Arab dan Muslim di seluruh dunia” kata Fatima.
Sumber : Kompas , 12 Agustus 2018
Baca juga : Negara Skandinavia melahirkan banyak band ternama
